"Indira putri seruni"

“3 Hari 3 Malam yang Mengubah Segalanya”
Indira Putri Seruni (22 tahun), mantan member JKT48 generasi 7 yang graduate 2023, kini mahasiswi semester 5 Ilmu Hukum UI.
Wajahnya masih sama seperti dulu: mata sipit tajam, kulit putih bersih, rambut panjang hitam lurus, tubuh mungil 157 cm dengan dada C-cup alami dan pinggul yang mulai berisi karena dulu sering latihan dance.
Dia tinggal sendirian di apartemen studio 1-bedroom di Jakarta Selatan, lantai 18, karena orang tua di Medan.
Di kampusnya ada 3 Pria yang Terobsesi dengan dia, Dimas (23) – ketua kelompok, tinggi besar, anak basket UI
Fajar (22) – kurus tapi kuat, anak hukum juga, stalker paling parah
Reza (24) – paling pendiam, tapi paling sadis rencananya
Mereka bertiga sudah 1 tahun menguntit Indira: Foto candid di kampus
Rekam suara Indira di kelas
Bahkan pasang kamera kecil di lorong apartemennya. 
Jumat malam, 13 Desember 2025
Jam 19:30 Dimas kirim WA ke Indira (mereka satu kelompok tugas makalah Hukum Pidana):
“Kak Indira, boleh nggak kita mengerjain tugas di apartemen kakak malam ini? Kami bawa laptop + print-out kasus. Janji cuma 2-3 jam.”Indira yang baik hati dan nggak curiga langsung jawab:
“Boleh, langsung ke lantai 18 ya. Aku buka pintu.”
Jam 20:15 – Pintu apartemen terbuka Indira pakai kaus oversized putih + celana pendek denim, rambut dikuncir ponytail.
Dia senyum ramah: “Masuk aja, aku lagi bikin mie instan buat kita.”Begitu pintu ditutup dan dikunci dari dalam, wajah Dimas langsung berubah.
Dimas langsung pegang mulut Indira dari belakang, Fajar cepat ikat tangan Indira pakai kabel ties, Reza langsung sobek kausnya dari depan.Indira (mata membelalak, berusaha teriak):
“MMMPPHHH!!! LEPASIN!!! TOLONG!!! INI APA?!”Dimas (bisik kasar di telinga):
“Diam, captain… 3 tahun kami nunggu momen ini.
Malam ini sampai Senin pagi, kamu milik kami bertiga.
Kalau teriak, kami sebar semua foto candid kamu ke grup kelas + grup alumni JKT48.”
Hari 1 – Jumat malam sampai Sabtu pagi 
Indira diikat di ranjang, kaki dibuka lebar pakai tali.
Celana dalamnya disobek, Dimas langsung masuk tanpa foreplay.Indira (nangis histeris):
“SAKIT!!! TOLONG KELUARIN!!! AKU MASIH PERAWAN!!! LEPASIN!!!”Dimas malah pompa lebih keras, Fajar & Reza pegang tangan Indira sambil rekam pakai HP.
Satu per satu mereka gilir, total 7 ronde malam itu.
Indira cuma bisa menangis, badannya gemetar, setiap kali ada yang creampie dia merintih lemah:
“Jangan di dalam… tolong… aku takut hamil…”
 Hari 2 - sabtu pagi sampai malam
 Indira sudah nggak diikat lagi (karena terlalu lemah), tapi pintu apartemen dikunci ganda.
Mereka paksa Indira mandi bareng, cuci badannya, lalu lanjut lagi di sofa, di dapur, di kaca jendela.Indira (suara serak karena nangis terus):
“Tolong… aku udah nggak kuat… biarin aku istirahat…”Reza (paling sadis) malah masukin anal pertama kali tanpa pelumas.
Indira (jerit paling keras):
“AAAAHHHH!!! PANTATKU!!! ROBEK!!! TOLOOOONG!!!”Malam harinya mereka pakai vibrator + dildo sambil giliran ngentot.
Indira mulai nggak bisa ngomong lagi, cuma sesenggukan.
Hari 3 – Minggu pagi sampai Senin pagi 
Pagi hari Indira bangun karena rasa nyeri di seluruh tubuh… tapi juga rasa aneh di antara pahanya.
Dimas lagi masuk pelan dari belakang (spooning), Fajar hisap putingnya.Indira (masih menangis, tapi suaranya berubah):
“Jangan… aku benci kalian… tapi… kok… enak…”Dimas tersenyum, pompa lebih dalam.
Indira (desahan pertama yang nggak disengaja):
“Aaahh… pelan… dalem banget…”Satu jam kemudian, Indira sudah nggak melawan lagi.
Dia malah angkat pinggul sendiri saat Fajar masuk.Indira (mata berkaca, suara gemetar):
“Aku… aku nggak ngerti… aku benci… tapi aku mau lagi…
Kalian… jangan berhenti…”Malam harinya, Indira sendiri yang naik ke atas Reza, goyang pinggul pelan sambil nangis + desah.Indira (suara serak penuh nafsu baru):
“Aku salah… ternyata enak banget…
Aku mau kalian isi lagi… aku mau di dalam lagi…
Aku ketagihan…”Mereka bertiga gilir creampie terakhir, total 9 kali di hari ketiga.
Indira orgasme berkali-kali, badannya kejang, sampai pingsan di pelukan Dimas.Senin pagi – 06:00Indira bangun, badannya penuh kissmark, sperma kering di mana-mana.
Dimas, Fajar, Reza sudah bersiap pergi.Indira (duduk di ranjang, masih telanjang, suara lemah):
“Kalian… minggu depan… dateng lagi ya…?
Aku… aku mau lagi… aku nggak bisa tanpa kalian sekarang…”Dimas cium kening Indira, bisik:
“Kami dateng tiap Jumat malam, captain.
Mulai sekarang apartemen ini jadi markas kita.
Kamu tetap kuliah, tetap jadi mahasiswi pintar…
Tapi tiap weekend kamu milik kami bertiga, selamanya.”Indira mengangguk pelan, tangannya turun ke vaginanya sendiri, masukin jari pelan, mata kosong penuh hasrat baru.Sejak hari itu, Indira Putri Seruni tetap jadi mahasiswi Ilmu Hukum UI yang cerdas dan pendiam di kampus.
Tapi tiap Jumat malam sampai Senin pagi, apartemen lantai 18 itu penuh suara jeritan + desahan Indira yang semakin liar setiap minggu.Dia sudah bukan lagi “Indira eks-JKT48 yang anggun”.
Dia sekarang punya nama baru di grup chat rahasia mereka bertiga:
“Captain Cumdump – Always Ready for 3 Cocks.”Dan dia nggak pernah minta berhenti lagi,
malah selalu nunggu Jumat dengan jantung berdegup kencang,
karena dia tahu:
3 hari 3 malam itu sudah cukup untuk menghancurkan semua pertahanannya,
dan membangun candu baru yang nggak akan pernah hilang.
“1 Bulan Kemudian: Captain yang Sudah Benar-Benar Jatuh”
12 Januari 2026 – 1 bulan setelah pertama kali “dirusak”Apartemen lantai 18, Jakarta Selatan
Setiap Jumat pk 19:00 pintu dibuka otomatis oleh Indira sendiri.
Setiap Senin pk 06:00 Dimas, Fajar, Reza keluar sambil cium kening Indira yang masih tertidur lelap, badan penuh sperma kering.Perubahan yang terlihat:Indira naik 3 kg (dari dada & bokong, karena hormon + makan banyak setelah “digoyang”)
Putingnya sekarang selalu tegang di balik kaus kuliah, kadang sampai kelihatan basah karena dia mulai memproduksi cairan kalau terlalu lama nggak “dipakai”
Di kampus dia masih pendiam, tapi kalau ada yang nyebut “Jumat” dia langsung melamun + pipi merah
Di HP-nya sekarang ada folder “Weekend Only” berisi 28 video full HD 3 hari 3 malam selama 1 bulan terakhir
Jumat malam ke-5 – 10 Januari 2026 Indira sudah nggak pakai kabel ties lagi sejak minggu kedua.
Begitu pintu dibuka, dia langsung berlutut di depan pintu, pakai lingerie hitam transparan + collar kulit bertulisan “Captain Cumdump”.Indira (suara manja, mata berbinar):
“Selamat malam, Daddy-Daddy… Captain udah nunggu dari pagi…
Malam ini Captain mau dipakai lebih keras dari minggu lalu ya…”Dimas langsung tarik collar-nya, bawa ke ranjang.
Statistik 1 bulan:Total ronde: 183 kali
Total creampie: 156 kali (52 per orang)
Orgasm Indira: 489 kali (rata-rata 16 kali per hari weekend)
Rekor terbanyak dalam 1 malam: 31 kali (Minggu malam terakhir)
Perubahan mental Indira:Hari Senin–Kamis dia kuliah normal, nilai tetap bagus (malah jadi lebih fokus karena “hadiah” weekend)
Hari Jumat pk 12:00 dia sudah nggak pakai celana dalam ke kampus, biar langsung siap begitu pulang
Dia sudah minta Dimas pasang cermin besar di langit-langit ranjang supaya dia bisa lihat dirinya sendiri “digunakan”
Dia mulai rekam POV sendiri pakai GoPro dada, upload ke grup chat mereka berjudul “Captain’s Weekend Diary”
Minggu malam terakhir – 12 Januari 2026, pk 03:00Indira lagi posisi full nelson sama Reza (anal), Dimas di depan (vagina), Fajar di mulut.
Indira (desahan brutal, suara serak karena teriak 2 hari nonstop):
“DADDY!!! AKU MAU LAGI!!!
ENTOT AKU!!! PAKAI AKU SAMPE RUSAK TOTAL!!!
AKU NGGAK MAU SENIN DATENG!!! AKU MAU DIKUNCI DI SINI SELAMANYA!!! AAAAHHHH!!!”Dia squirting ke-27 kalinya malam itu, cairan nyemprot sampai ke dinding.
Reza & Dimas creampie bersamaan, perut Indira membuncit sedikit karena volume sperma.Senin pagi – 06:30 Indira bangun, badan pegal linu, tapi langsung senyum lebar begitu lihat Dimas lagi siap-siap berangkat.Indira (peluk Dimas dari belakang, suara manja):
“Minggu depan… boleh 4 hari ya? Kamis malam kalian dateng…
Aku udah nggak bisa tahan 5 hari tanpa kontol kalian…
Aku janji nilai aku tetap bagus… tapi aku butuh diisi setiap hari…”Fajar cium bibir Indira dalam-dalam, bisik:
“Kamu udah jadi milik kami 100 %, Captain.
Minggu depan kita bawa mainan baru… sama temen satu lagi dari basket.
Lima orang. Kamu mau?”Indira langsung mengangguk cepat, mata berbinar, tangannya turun ke vagina sendiri.
Indira:
“Mau… aku mau berapa orang pun…
Asal aku bisa diisi terus… aku udah nggak bisa hidup normal lagi…”Status sekarang:Indira resmi jadi “weekend wife” mereka bertiga (dan mulai minggu depan, berlima)
Di kampus dia tetap pakai kacamata, baju rapi, suara lembut
Tapi di dalam tasnya selalu ada butt plug + vibrator remote yang dipegang Dimas
Tiap Jumat pk 18:00 dia kirim foto vagina + anusnya yang sudah dilumasi ke grup:
“Captain siap digunakan, Daddy-Daddy ♡”
Indira Putri Seruni yang dulu anggun, pintar, dan pendiam…
sekarang hanya hidup untuk satu hal:
menunggu Jumat datang,
supaya dia bisa dilepaskan dari semua topengnya,
dan jadi cumdump pribadi 3 (nanti 5, nanti 10) pria yang sudah menghancurkan dan memiliki dirinya sepenuhnya.Dan dia nggak pernah lagi bilang “tolong berhenti”.
Sekarang kalimat favoritnya cuma satu:“Daddy… entot aku lagi… aku mau pejuh terus…”

“Jatuh Lebih Dalam: Satpam UI yang Mengubah Segalanya”
Selasa, 21 Januari 2026 – Jam 13:40 Kampus UI Depok, parkiran belakang Fakultas Hukum, sudah sepi karena mahasiswa pada masuk kelas siang.Indira nggak tahan lagi.
Sejak pagi vibrator remote di anusnya dihidupkan Dimas dari jauh, vaginanya basah terus, celana dalamnya sudah basah kuyup.
Dia kirim WA ke Fajar:
“Jar… aku nggak kuat… ketemu di parkiran belakang sekarang… aku mau diisi di mobil… cepet…”Fajar langsung bolos kelas, lari ke mobil Avanza hitam miliknya yang diparkir di pojok paling gelap.
Begitu Indira masuk ke kursi belakang, dia langsung buka celana jeans sendiri, nggak pakai celana dalam.Indira (napas ngos-ngosan):
“Cepet… aku udah nggak tahan dari tadi pagi… masukin sekarang…”Fajar langsung masuk dari belakang (doggy di kursi belakang), mobil bergoyang keras.
Indira (desahan keras nggak bisa ditahan):
“AAAHHH!!! AKHIRNYA!!! LEBIH KERAS JAR!!! ISI AKU DI KAMPUS!!!
AKU MAU ORGASME DI SINI!!! AHHH!!!”Mereka nggak sadar…
di balik pohon akasia 15 meter dari mobil,
Pak Yanto (satpam kampus, 48 tahun, badan tegap, brewok tebal)
sedang berdiri sambil pegang HP, rekam full 4K dari awal sampai akhir.
Dia tersenyum kecil, kontolnya sudah tegang di balik seragam cokelatnya.Rabu pagi, 22 Januari 2026 – Jam 09:15 Indira lagi jalan sendirian ke kelas, tiba-tiba tangannya ditarik Pak Yanto ke sudut koridor kosong.Pak Yanto (suara dalam, bisik):
“Neng Indira… kemarin sore seru ya sama pacarmu di parkiran?”Dia tunjukin HP-nya: video 12 menit 47 detik, suara Indira jelas banget teriak “ISI AKU DI KAMPUS!!!”Indira langsung pucat, lututnya lemas.
Indira: “Pak… tolong hapus… aku kasih uang berapa pun…”Pak Yanto (senyum licik):
“Enggak perlu uang, Neng.
Pak mau yang sama kayak kemarin.
Sekarang juga. Ikut Pak ke pos satpam belakang gedung rektorat.
Kalau nggak… sore ini video ini aku kirim ke grup dosen + grup angkatan Hukum UI.”Indira cuma bisa mengangguk lemah, air mata menetes.09:40 – Pos satpam belakang, pintu dikunci dari dalamRuangan kecil 3×4 meter, cuma ada meja, kursi, dan kasur lipat tua.Begitu pintu ditutup, Pak Yanto langsung buka sabuk celana, turunin seragamnya.Indira (mata membelalak, napas terhenti):
“Ya Tuhan… Pak… itu… kok… segede itu…?”Kontol Pak Yanto:
28 cm panjang, tebal banget, urat-urat menonjol kayak tali, kepala penisnya besar mengkilat.
Lebih besar dari Dimas, Fajar, Reza digabung.Pak Yanto (pegang kepala Indira, dorong ke bawah):
“Sepong dulu, Neng. Pak udah lama nggak keluar. Bikin bersih.”Indira berlutut, tangannya gemetar pegang batang itu, cuma bisa muat dua tangan.
Dia buka mulut lebar-lebar, tapi cuma masuk kepalanya doang.Indira (batuk-batuk, air liur menetes):
“P-Pak… besar banget… aku nggak bisa…”Pak Yanto pegang rambut Indira, dorong dalam sampai tenggorokan.
10 menit kemudian Pak Yanto keluar pertama: sperma kental panas banyak banget, sampai luber dari mulut Indira.Indira (napas tersengal, pikir selesai):
“Udah ya Pak… aku pulang…”Pak Yanto malah angkat Indira ke meja, buka kakinya lebar-lebar.
Pak Yanto:
“Baru pemanasan, Neng. Sekarang giliran yang bener.”Dia masuk satu dorongan full sampai pangkal.Indira (jerit paling keras dalam hidupnya):
“AAAAAAAHHHHH!!!! ROBEK!!! PAK YANTO!!! AKU MATI!!!
TERLALU DALEM!!! RAHIMKU KENA!!! AAAHHH!!!”Dari pukul 10:00 sampai 23:45 – 13 jam nonstopPak Yanto punya stamina monster.
Pos satpam bergoyang terus, jendela ditutup rapat, AC dimatikan biar suara nggak keluar.Posisi yang mereka coba:Di meja (missionary, kaki Indira di bahu)
Di lantai (doggy, bokong Indira ditampar sampai merah)
Di kursi (cowgirl, Indira goyang sendiri sampai lelet)
Standing di depan pintu (Indira digendong, punggung ke pintu)
Anal pertama sama Pak Yanto (tanpa pelumas tambahan)
Indira: “PANTATKU!!! GILA!!! AKU NGGAK NYANGKA BISA MASUK!!!
PAK… AKU KELUAR DARI ANAL!!! AAAAHHHH!!!”
Total creampie: 11 kali (vagina 8, anus 3)
Total orgasme Indira: 37 kali (dia sampai pingsan 4 kali, bangun lagi langsung minta lagi)Pukul 20:30 hampir ketahuan:
Ada dosen lewat, ketuk pintu pos satpam.
Pak Yanto tutup mulut Indira pakai tangan, tetap pompa pelan dari belakang.
Indira cuma bisa mendesah pelan di balik telapak tangan:
“Mmmph… mmmph… jangan berhenti Pak… aku mau keluar lagi…”23:50 – Akhir malamIndira terlentang di kasur lipat, badannya berkilau keringat + sperma, vagina dan anus menganga lebar, nggak bisa nutup lagi.Pak Yanto pakai seragam kembali, cium kening Indira.
Pak Yanto:
“Mulai besok, tiap Selasa dan Kamis jam 12:00–selesai, kamu dateng ke sini ya, Neng.
Kalau nggak dateng, video kemarin aku sebar.”Indira (suara habis, tapi tersenyum lemah):
“Iya Pak… aku dateng… aku janji…
Pak Yanto… kontolnya enak banget… aku nggak mau yang lain lagi…”Sejak hari itu:Selasa & Kamis: Indira “hilang” dari kampus jam 12:00–malam
Jumat–Senin: tetap jadi milik Dimas-Fajar-Reza
Tiap hari dia pakai pantyliner tebal karena vagina & anusnya selalu bocor sperma
Di kelas dia duduk sambil merem melek kenang rasa 28 cm Pak Yanto
Indira Putri Seruni yang dulu polos dan anggun
sekarang punya jadwal baru yang lebih penting dari kuliah:Senin–Kamis: mahasiswi hukum cerdas
Setiap hari lain: cumdump pribadi 4 pria (3 anak kuliah + 1 satpam monster)Dan dia nggak pernah lagi minta berhenti.
Malah tiap malam sebelum tidur dia bisik sendiri:“Besok Selasa lagi… aku mau Pak Yanto lagi…
aku udah jadi pelacur kampus… dan aku suka banget…”

“Dosen Nakal yang Menyempurnakan Kejatuhannya”
Kamis, 6 Februari 2026 – Jam 14:20 Ruang konsultasi dosen, Gedung Fakultas Hukum UI, lantai 4.Indira datang untuk konsultasi skripsi dengan dosen pembimbingnya,
Dr. Arief Pratama, S.H., M.H. (42 tahun)
Dosen termuda di fakultas, ganteng, berwibawa, suara dalam, badan atletis (mantan atlet dayung UI).
Di kalangan mahasiswi terkenal “tegas tapi adil”, di kalangan dosen lain terkenal “playboy kelas atas”.Indira masuk ruangan dengan kaki masih goyang setelah 4 jam tadi pagi di pos satpam bareng Pak Yanto.
Dia pakai kemeja putih ketat (kancing atas sengaja dibuka satu), rok span hitam pendek, stocking hitam tipis, dan… nggak pakai bra karena putingnya masih bengkak dari hisapan Pak Yanto.Dr. Arief (duduk di belakang meja, senyum tipis):
“Duduk, Indira. Skripsi kamu bagus sekali. Bab 3 sudah hampir sempurna.
Cuma ada satu hal yang mengganjal… nilai partisipasi kamu di kelas saya kok turun akhir-akhir ini?”Indira duduk, kakinya disilang supaya nggak kelihatan cairan yang masih menetes pelan.
Indira (wajah merah):
“M-maaf Pak… saya lagi banyak… urusan pribadi…”Dr. Arief berdiri, jalan pelan ke belakang kursi Indira, tangannya pelan menyentuh bahu Indira.
Dr. Arief (bisik di telinga):
“Urusan pribadi yang bikin kamu jalan pincang tiap Selasa dan Kamis?
Atau urusan yang bikin bau sperma samar-samar dari tubuh kamu setiap masuk kelas saya?”Indira langsung membeku, napasnya terhenti.
Dr. Arief buka laci meja, keluarkan flashdisk.
Dr. Arief:
“Pak Yanto temen lama saya. Dia kasih saya salinan video-video kamu.
Termasuk yang kemarin di pos satpam… 13 jam nonstop.
Suaranya jelas banget, ‘Pak Yanto… isi Captain lagi…’”Indira langsung menunduk, air mata menetes.
Indira:
“Pak… tolong… jangan bilang siapa-siapa…”Dr. Arief kunci pintu ruangan dari dalam, turunkan blinds jendela.
Dia berdiri di depan Indira, buka resleting celana panjangnya pelan.Dr. Arief:
“Tenang, Indira. Bapak nggak akan bilang ke siapa-siapa.
Asal kamu mau bantu Bapak… seperti kamu bantu Pak Yanto.”Celana Dr. Arief turun.
Kontolnya: 25 cm panjang, tebal, urat menonjol, sudah tegang penuh, kepala penisnya besar mengkilat precum.Indira (mata membelalak, napas tersengal):
“Pak… itu… besarnya hampir sama dengan Pak Yanto…”Dr. Arief (pegang kepala Indira, dorong ke bawah):
“Mulut dulu, Captain. Bapak mau lihat seberapa dalam kamu bisa.”Indira buka mulut lebar-lebar, masuk sampai tenggorokan, batuk-batuk, air liur menetes ke lantai.
Dr. Arief pegang rambut Indira, face-fuck pelan tapi dalam.15 menit kemudian Dr. Arief keluar di mulut Indira, sperma kental panas banyak banget sampai luber ke dagu.Indira (napas tersengal):
“Udah ya Pak… aku pulang…”Dr. Arief malah angkat Indira ke meja konsultasi, buka kakinya lebar-lebar, sobek stocking-nya dari selangkangan.Dr. Arief:
“Baru pemanasan. Sekarang Bapak mau yang utama.”Dia masuk satu dorongan full sampai pangkal.Indira (jerit paling keras di ruangan kedap suara itu):
“AAAAAAAHHHHH!!!! PAK ARIEF!!! MENTOK BANGET!!!
TERLALU DALEM!!! AKU CROT!!! JANGAN BERHENTI!!! AAAHHH!!!”Dari pukul 14:45 sampai 22:15 – 7,5 jam nonstop Ruangan konsultasi bergoyang terus.Posisi yang mereka coba:Di meja (missionary, kaki Indira di bahu, rok masih nempel di pinggang)
Di sofa kecil (cowgirl, Indira goyang sendiri sampai lelet)
Di lantai (doggy, bokong Indira ditampar sampai merah membara)
Standing di depan cermin (Indira lihat wajah mesumnya sendiri)
Anal di kursi dosen (Dr. Arief duduk, Indira naik terbalik)
Total creampie: 9 kali (vagina 6, anus 3)
Total orgasme Indira: 41 kali (rekor baru pribadi)Pukul 20:30 hampir ketahuan:
Ada mahasiswa ketuk pintu minta tanda tangan.
Dr. Arief tutup mulut Indira dengan tangan, tetap pompa pelan dari belakang.
Indira cuma bisa mendesah di balik telapak tangan:
“Mmmph… mmmph… Pak… aku mau keluar lagi…”22:20 – Akhir malamIndira terlentang di sofa, badan berkilau keringat + sperma, kemeja putihnya robek total, rok span melorot ke lantai.Dr. Arief pakai jas lagi, cium kening Indira.
Dr. Arief:
“Mulai minggu depan, tiap konsultasi skripsi = 4 jam minimum.
Senin dan Rabu jam 14:00–selesai.
Kalau nilai kamu mau A, kamu tahu caranya.”Indira (suara habis, tapi tersenyum lemah):
“Iya Pak… aku dateng… aku janji…
Pak Arief… kontolnya… paling enak yang pernah aku rasain…”Jadwal baru Indira (Februari 2026):Senin & Rabu: konsultasi skripsi = 4–6 jam dengan Dr. Arief
Selasa & Kamis: pos satpam = 6–10 jam dengan Pak Yanto
Jumat–Senin: apartemen = 72 jam nonstop dengan Dimas-Fajar-Reza-(+2 teman basket)
Total pria yang “menggunakan” Indira per minggu: 9 orang
Total jam “dipakai” per minggu: 80–100 jamDi kampus dia tetap jadi mahasiswi berprestasi,
tapi di dalam tasnya selalu ada botol pelumas, butt plug, dan pantyliner ekstra tebal.Dan setiap kali Dr. Arief memanggil namanya di kelas,
Indira cuma bisa menunduk malu…
sambil vaginanya berdenyut keras mengingat 25 cm yang menunggunya Senin depan.Indira Putri Seruni sudah bukan lagi mantan idol.
Dia sekarang resmi jadi sex toy nomor satu Fakultas Hukum UI,
dan dia nggak pernah lagi minta berhenti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Rahasia Nagita Slavina yang Terbongkar – BBC Tapes”

“Malam Terakhir Michie Jadi Idol Suci”